Home / Politic / Kronologi Paspampres Pukul Camat Tanah Abang

Kronologi Paspampres Pukul Camat Tanah Abang

20160113000443.805198aniaya(4)

Rimanews – Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Andika Perkasa membantah anggotanya melakukan pemukulan terhadap Camat Tanah Abang, Hidayatulloh.

“Tidak benar anggota Paspampres memukul Camat Tanah Abang, Hidayatuloh,” kata Andika, di Jakarta, Selasa (12/01/2016).

Andika kemudian menceritakan, kronologi insiden yang terjadi, Senin (11/01) malam itu.

Pada pukul 22.30 WIB, seorang anggota Paspampres bernama Serda Teuku Muhammad Afrizal sedang makan nasi goreng di depan Plaza Indonesia. Ketika sedang makan, tiba-tiba Camat Tanah Abang Hidayatulloh bersama jajaran Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Anggota satpol PP menyita gerobak milik pedagang nasi goreng dan meminta Afrizal menyingkir dari kursi tukang nasi goreng. Karena lapar, Afrizal meminta waktu ke Camat dan Satpol PP menghabiskan makanannya. Tapi, Camat dan Satpol PP malah mengeluarkan kata-kata kasar kepada Afrizal. “Saat itu ada empat orang pembeli nasi goreng,” kata Andika.

Afrizal akhirnya pergi. Tapi, dia masih tidak terima dengan ucapan kasar Hidayatulloh dan anggota Satpol PP. Dia pun mengajak rekannya, Serda Tomy Pastika ke Kantor Camat Tanah Abang, sekitar pukul 23.30 WIB untuk menanyakan maksud ucapan kasar yang dianggap melecehkan Afrizal.

Saat tiba di Kantor Kecamatan, Camat Hidayatulloh dan anggota Satpol PP sedang duduk-duduk di teras depan. Ada juga pedagang dan 10 gerobak hasil penertiban.

Serda Afrizal pun langsung bertanya kepada camat, tentang ucapan kasar yang dilontarkannya. Ditanya Serda Afrizal, hidayatulloh justru emosi.

Saat debat berlangsung, tiba-tiba seorang pedagang yang gerobaknya disita langsung menendang kardus air mineral kemasan dan berupaya mencekik Hidayatulloh. Pedagang itu kesal, karena gerobaknya disita.

“Orang yang menendang kardus Aqua di depan kaki Camat dan kemudian berusaha mencekik Camat Tanah Abang adalah pedagang yang gerobak-nya disita oleh Camat Tanah Abang,” jelas Andika.

Melihat pedagang mencekik Hidayatulloh, rekan Afrizal, Serda Tomy langsung berupaya melerai.

“Namun ketika Serda Tomy sudah berhasil memisahkan pedagang dari Camat dan berjalan untuk keluar pagar, tiba-tiba Serda Tomy dihadang oleh Satpol PP yang memintanya untuk masuk lagi ke kantor Camat,” tuturnya.

Pada saat Serda Tomy berjalan kembali ke kantor Camat, tiba-tiba dia dipukul dari belakang oleh seorang anggota Satpol PP. Sementara, anggota Satpol PP yang lain juga berusaha mengepung dan mengeroyok.

Saat itulah, Serda Tomy balas memukul Satpol PP. Karena terdesak, Serda Tomy akhirnya mengeluarkan air softgun yang dibawa dan memukulkan ke salah satu anggota Satpol PP itu.

Melihat keributan itu,  Camat akhirnya melerai dan memerintahkan anggota Satpol PP untuk tidak lagi memukuli Serda Tomy. Bahkan, Camat mengatakan, “Berhenti-berhenti, bukan dia orang yang mukul saya.”

Serda Tomy akhirnya dibawa ke dalam kantor Camat sampai datang aparat Koramil, Polsek, Garnisun dan Pomdam.  Kepada aparat itu, Camat Tanah Abang justru menyatakan bukan Serda Tomy pelakunya.

“Saat ini Serda TP dan Serda TMA masih dimintai keterangan oleh Staf Intel Paspampres. Sejauh pemeriksaan kami, Serda TP balas memukul oknum Satpol PP untuk membela diri, karena yang bersangkutan tak memukul atau menendang dan mencekik Camat Tanah Abang,” kata Andika.

Namun demikian, tambah dia, Paspampres akan tetap memberikan hukuman disiplin kepada Serda TP berkenaan dengan kepemilikan air soft gun.

 

original source

Check Also

20160606092636.895169a

Dubes RI di Singapura Tegaskan Sudah Bergerak Cepat Bantu Aktivis Teman Ahok

Dua aktivis Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang sempat tertahan di Imigrasi Singapura. Keduanya ...