Home / Science & Technology / Keberadaan Konten Lokal Tak Ada Perhatian Serius dari Pemerintah

Keberadaan Konten Lokal Tak Ada Perhatian Serius dari Pemerintah

c

Ajang pencarian atau pengembangan konten lokal belakangan ini terus menggeliat. Ajang-ajang seperti ini tentu saja dapat menjadi wadah bagi para pengembang lokal untuk dapat menunjukan karya terbaiknya.

Meski terus mengalami pertumbuhan dan mulai banyak wadah yang menaungi para pengembang, maka sudah mampukah konten lokal bersaing ditengah gerusan konten asing di Tanah Air.

“Sejauh ini, konten atau ¬†Over The Top (OTT) masih dikuasai oleh asing. Memang sudah ada beberapa konten lokal yang maju, namun kemudian “dibeli” oleh asing walaupun memang jumlahnya masih dalam hitungan jari,” ujar Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, saat dihubungi oleh Sindonews, Rabu (6/1/2016).

Dirinya menambahkan, secara umum, konten lokal sejauh ini masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah hanya melihat konten-konten yang sudah besar saja. Sedangkan memberdayakan para pengembang lokal dibutuhkan sebuah ekosistem yang baik dan itu tugas Pemerintah.

Dengan banyaknya ajang pencarian konten lokal seharusnya Pemerintah jeli, melihat begitu banyak karya anak bangsa yang dapat dimanfaatkan. Namun sayang, lagi-lagi ajang seperti masih sebagai bumbu penyedap ditengah pertumbuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tanpa ada dukungan Pemerintah.

“Tentu saja OTT lokal sangat membutuhkan dukungan Pemerintah, mulai dari ide, diinkubasi, sampai kemudian diperkenalkan pada masyarakat. Saat ini dilakukan oleh masing-masing pengembang tanpa dukungan Pemerintah padahal biaya yang dikeluarkan cukup besar,” ujarnya

Menurutnya untuk mengakuisisi satu pengguna, dibutuhkan dana Rp100-150 ribu, sewa server dan jaringan sekitar Rp7 juta/bulan. Butuh dana besar untuk dapat bertahan, karena normalnya konten baru bisa dimonetisasi 2-3 tahun kemudian.

(OK)

original source

Check Also

a

4 Alasan “Ngawur” ICMI untuk Mendesak Pemblokiran YouTube dan Google

Pada tanggal 7 Juni 2016 kemarin, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengumumkan sebuah rekomendasi yang ...