Home / Science & Technology / “YouTube Itu Jahat, Kita Semua Bisa Hancur”

“YouTube Itu Jahat, Kita Semua Bisa Hancur”

A

Peter Mensch, manajer band metal asal Amerika Serikat, Metallica menyindir model bisnis yang dipakai oleh situs berbagi video YouTube.

Mensch berkata, “YouTube itu jahat, kami tidak mendapat bayaran sama sekali.”

Hal itu disampaikan Mench dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio, seperti dikutip KompasTekno dari BBC, Selasa (19/4/2016).

Mensch menambahkan, model bisnis YouTube yang memajang iklan di video musik milik artis, tidak akan bertahan lama.

“Kalau tidak ada yang berbuat sesuatu terhadap YouTube, kita semua bisa hancur,” katanya.

Kekhawatiran Mensch itu didukung oleh laporan International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) yang menyebut kesenjangan antara jumlah musik yang dikonsumsi di layanan streaming musik gratis dan jumlah pemasukan yang dihasilkan untuk industri musik.

Dari sekitar 900 juta pengonsumsi musik di layanan seperti YouTube hanya menghasilkan pemasukan 634 juta dollar AS di tahun 2015.

Berbeda jauh, pelangan musik berbayar di dunia yang berjumlah 68 juta bisa menghasilkan pemasukan hingga 2 miliar dollar AS di tahun yang sama.

Di sisi lain, susah untuk memaksa orang beralih dari langganan gratis ke berbayar, seperti dalam layanan Spotify atau Apple Music.

“Memang susah untuk membuat orang membayar sesuatu yang sebelumnya bisa didapat gratis,” aku Mensch.

Menanggapi kritikan Mensch, Chief Business Officer YouTube, Robert Kyncl mengatakan artis bisa berpendapat demikian karena mereka tidak melihat pembayaran yang dilakukan oleh YouTube.

Kesepakatannya terjadi antara YouTube dengan label rekaman mereka.

YouTube sendiri mengaku telah membayarkan sekitar 3 miliar dollar AS kepada industri musik dari pemasukannya berjualan iklan di video-video musik. Namun YouTube tidak menjelaskan, jumlah tersebut diserahkan dalam jangka waktu berapa lama.

Pembahasan seputar YouTube ini kian menarik karena kesepakatan lisensi YouTube dengan tiga label rekaman besar dunia, Sony, Warner dan Universal, akan dikaji ulang tahun ini.

Industri juga ingin meloloskan peraturan “safe harbour” yang artinya YouTube dan situs serupa lainnya tidak bisa didenda jika penggunanya mengunggah materi yang dilindungi hak karya cipta ke layanannya, kecuali jika diminta untuk menghapusnya.

(fmr)

original source

Check Also

a

4 Alasan “Ngawur” ICMI untuk Mendesak Pemblokiran YouTube dan Google

Pada tanggal 7 Juni 2016 kemarin, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengumumkan sebuah rekomendasi yang ...