Home / International / Perang Dunia Ketiga Dimulai dari Timur Tengah?

Perang Dunia Ketiga Dimulai dari Timur Tengah?

20160330101850.243571a6d6d9abdb380d7bc81f1bc98859caf5f

Militer Inggris, dibantu militer Yordania, secara diam-diam telah menurunkan pasukan elit Special Air Services (SAS) ke Libya guna memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Menurut Raja Yordania II Abdullah Ibn Hussein, selain mengerahkan SAS, Inggris juga merekrut intelijen Yordania untuk mengatasi ancaman ISIS di Libya sebagai bagian dari perang global melawan kelompok teroris tersebut.

Pernyataan Raja Yordania ini adalah konfirmasi resmi pertama yang menyebutkan militer Inggris memang beroperasi di Libya untuk melawan ISIS. Sementara situs Middle East Eye mengaku telah mendapatkan dokumen berisi bocoran informasi soal pertemuan Raja Abdullah dengan pejabat kongres Amerika Serikat pada Januari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah menyebutkan Inggris sudah menurunkan pasukannya untuk membantu militer Yordania melawan ISIS. Sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan Raja Abdullah berharap operasi militer rahasia di Libya akan semakin meningkat setelah pertemuan yang digelar pada 11 Januari di AS tersebut.

Ketika itu Raja Abdullah bertemu dengan Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Pertahanan Ashton Carter, tapi tidak dengan Presiden Barack Obama yang saat itu beralasan sedang ada jadwal lain. Menurut Middle East dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah, Menteri Luar Negeri Kerajaan Nasser Judeh dan Direktur Politik Kerajaan Manar Dabbas menjelaskan panjang lebar soal perang melawan ISIS.

Disebutkan bahwa perang melawan teroris ini adalah awal dari Perang Dunia Ketiga yang dimulai dari Indonesia hingga California.

“Masalahnya lebih besar dari ISIS, ini adalah Perang Dunia Ketiga. Saat ini umat Kristen dan Yahudi bekerja dengan Muslim melawan Khawarij, penjahat,” kata Raja Abdullah yang menyebut ISIS sebagai Khawarij, kelompok yang dikenal di awal Islam suka membunuh Muslim lain yang dianggap bukan kaum mereka.

Menanggapi pernyataan Raja Abdullah, ketua parlemen AS Paul Ryan menyatakan pemerintah Amerika tidak memandang hal itu sebagai alasan untuk berperang. Sementara dalam dokumen Raja Abdullah mendesak AS dan Rusia untuk berdamai dan bekerja sama untuk mengalahkan ISIS.

“Masalahnya adalah banyak negara yang merasa masih hidup di era perang dingin. Mereka harus melewati masa-masa itu dan fokus pada Perang Dunia Ketiga,” kata Raja Abdullah.

Pernyataan Raja Abdullah mengundang komentar dari Senator John McCain yang mengatakan prioritas Amerika dan Rusia berbeda. Terutama pada pendekatan mereka untuk perang sipil yang ¬†terjadi di Suriah. Dia berargumen Rusia ‘tidak ingin melihat Suriah yang demokratis’.

(abd)

original source

Check Also

n

Jet Pribadi Donald Trump Seharga Rp13,3 T Disulap Jadi Istana

Bagi kebanyakan orang, memiliki jet pribadi Gulfdtream G550 atau Bombardier Global Series dengan harga USD61,5 ...