Home / Science & Technology / Snapchat Akan Membuat Kacamata “Virtual Reality”?

Snapchat Akan Membuat Kacamata “Virtual Reality”?

20160314100019.530348sc

Snapchat tertangkap adalah merekrut seorang ahli hardware di bidang virtual reality (VR).

Ini, seperti dilansir Kompas Tekno dari Cnet, Minggu (2016/03/12) menunjukkan bahwa layanan pesan instan ini memiliki niat untuk masuk ke industri terkait dan menciptakan gadget khusus untuk menonton konten VR.

Sebagai perusahaan media sosial, Snapchat sendiri sebenarnya lebih banyak untuk berurusan dengan perangkat lunak. Para ahli yang merekrut hardware kemungkinan untuk dipekerjakan di sebuah proyek khusus untuk membuat VR kacamata.

Para ahli termasuk Mark Dixon dan Eitan Pilipski. Dixon adalah seorang mantan karyawan Microsoft yang sebelumnya bertugas merekrut calon HoloLens pengembang sementara Pilipski digunakan untuk bekerja di Qualcomm untuk mengembangkan visi komputer.

Terkuat indikasi tentang kacamata VR adalah dimasukkannya desainer kacamata bernama Lauryn Morris pada tim Snapchat. Morris sebelumnya dikenal sebagai desainer dari sejumlah kacamata untuk Michael Kors, Innovega dan Zac Posen

Sekadar diketahui, perusahaan media sosial pada tahun 2014 dan telah membeli Vengeance Lab, yang merupakan start-up yang mengkhususkan diri dalam pembuatan gelas dalam gaya Google Glass. Kemudian sekitar 12 karyawan memulai ditarik ke Snapchat.

Pada bulan Februari 2015, membentuk tim khusus yang disebut Snapchat Research. Tim peneliti terdiri dari puluhan insinyur perangkat lunak di bidang pembelajaran mesin dan visi komputer.

visi komputer adalah teknologi penting yang dibutuhkan dalam pengembangan VR dan telah digunakan di HoloLens gelas yang dibuat oleh Microsoft. Teknologi ini berguna untuk memindai lingkungan di sekitar pengguna.

Google dan Facebook juga mengembangkan teknologi VR, tapi dua raksasa yang menggabungkan teknologi dengan kecerdasan buatan, visi komputer sebagai gantinya.

 

(lnd)

original source

Check Also

a

4 Alasan “Ngawur” ICMI untuk Mendesak Pemblokiran YouTube dan Google

Pada tanggal 7 Juni 2016 kemarin, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengumumkan sebuah rekomendasi yang ...