Home / Sport / Ayi Beutik, Sang Panglima Viking dari Timur

Ayi Beutik, Sang Panglima Viking dari Timur

20160308125600.726718Ayi-Beutik

Siapa yang tak kenal Ayi Beutik ? Terutama para pecinta sepak bola di Bandung. Betapa tidak, pria yang bernama asli Ayi Suparman ini merupakan salah seorang pendiri dan pimpinan tertinggi Viking Persib Club (VPC), yaitu sebuah perkumpulan ¬†suporter klub sepak bola asal Kota Bandung, Persib. Para suporter yang lebih dikenal dengan sebutan “bobotoh” ini terkenal fanatik dan rela melakukan tindakan anarkis demi membela tim kesayangannya.

Pria kelahiran 1968 yang memiliki hobi menonton sepak bola, musik dan memanjat tebing ini   merupakan lulusan Jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sesuai dengan background keilmuannya, dia bekerja di sebuah perusahaan Konsultan Asing pada bagian pemetaan. Oleh sebab itu tidak heran jika dia sangat mengenal berbagai daerah di Indonesia. Ayi Beutik menikah dengan Nia Dasmawati, seorang guru SD yang sangat dicintainya pada usia 37 tahun. Pernikahan mereka membuahkan dua orang anak yang diberi nama Jayalah Persibku dan Usab Perning. Nama yang unik tersebut diberikan pada kedua anaknya sebagai bukti kecintaannya terhadap Persib.

Nasib, umur dan jodoh, kata orang semuanya ada ditangan Tuhan. Siapa sangka kalau kepergian Ayi Beutik, Sang Panglima Viking dari Timur dirasakan begitu cepat. Ternyata Allah SWT sudah menetapkan takdirNya agar Bapak para bobotoh Persib ini kembali ke PangkuanNya. Tepat pada Sabtu (9/8/2014) sekitar pukul 13.00 WIB, Ayi Beutik menutup mata selama-lamanya di Rumah Sakit Advent Bandung. Kepergian Ayi menghadap Sang Khalik bermula saat dirinya mengalami kecelakaan tunggal di daerah Dago pada Kamis, 24 Juli 2014 yang lalu. Saat itu sepeda motor yang dikendarainya terjatuh yang menyebabkan dirinya sempat tidak sadarkan diri dan harus dirawat secara itensif di Rumah Sakit Advent, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Ayi meninggal setelah sebelumnya sempat di operasi dua kali karena mengalami penipisan bantalan tulang punggung.

Almarhum Ayi Beutik sempat disemayamkan di rumah duka yang terletak di kawasan Kompleks Griya Bandung Asri Amerta. Akhirnya Panglima Viking dari Timur ini dikebumikan di pemakaman keluarga di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung. Selamat jalan Mang Ayi, semua bobotoh kehilanganmu.

Istri Ayi Beutik, Mia Dasmawati berpendapat kalau almarhum suaminya dikenalnya sebagai sosok kepala rumah tangga yang bertanggungjawab dan memiliki sifat humoris. Bahkan pada Jumat (8/8/2014) malam, pasangan hidupnya itu sempat bercanda dengannya meski dalam keadaan tergolek lemas.

“Semalam masih ingat, masih sempat bercanda sama saya,” ucap Mia kepada okezone.

Dirijen Viking, Yana Umar, merasa sangat kehilangan sosok yang selama ini melindunginya, seperti dilansir dalam sisimomot.com. Kepergian Ayi jelas cepat dan membuatnya sedih. Apalagi Ayi adalah sahabatnya sejak kecil dan hubungannya begitu dekat, layaknya bersaudara. “Dari kecil satu RT, teman main dari kecil. Mang Ayi sudah seperti kakak bagi saya. Walaupun dia suka bercanda, tapi suka memberikan motivasi,” ungkap Yana dengan nada sedih.

Sejak Ayi Beutik menjadi Panglima Viking dan Heru Djoko menjabat sebagai Ketua Umum Viking, keberadaan VPC semakin solid. Keduanya kompak dalam membangun suporter Persib yang kuat dan disegani. Mereka berdua memiliki banyak andil dan jasanya dalam membesarkan Viking. Mereka bisa saling mengisi satu sama lainnya. Disamping nama kedua dedengkot Viking tersebut, ada juga nama lain yang turut berjasa, seperti Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule dan Aris Primat.

(abd)

original source

Check Also

20160613024728

Warna Bendera di Eiffel Tergantung Permintaan di Twitter

Ada pemandangan yang sangat berbeda dari menara Eiffel setiap malam. Setiap malam cahaya di menara ...